Sejalan dengan pencanangan tahun 2011 oleh Bupati Wonogiri, Danar Rahmanto, sebagai tahun investasi, kegiatan pertambangan di Kabupaten Wonogiri semakin menampakkan kiprahnya. Beberapa minggu yang lalu, telah menghiasi headline Solopos “Ladang Emas di Wonogiri”. Berita yang bersumber dari release Augur Resources Ltd itu telah menghebohkan seluruh Solo Raya dan sekitarnya. Namun demikian berita tersebut bukan tanpa dasar, karena ada sumber berita yang jelas, meski masih perlu penelaahan lebih lanjut. Namun demikian dari data yang ada, keberadaan potensi emas di Wonogiri (Selogiri) terbukti menjanjikan.
Emas di Selogiri bukan satu-satunya potensi yang patut dikembangkan. Masih ada potensi lain di Jatiroto yang sampai saat ini dalam tahap eksplorasi oleh PT. Antam Tbk. Belakangan telah ditemukan juga di Desa Hargosari, urat Cu-Au selebar 1 m dengan panjang sekitar 750 m – 1 km. Juga penemuan urat-urat emas di Girimarto dan Sidoharjo yang sebelumnya belum masuk ke data potensi kabupaten Wonogiri.
Berita lain yang cukup menggembirakan adalah semakin aktifnya pemegang IUP yang dalam tahun 2010 kurang ada gregetnya. Diantaranya IUP Operasi Produksi PT. Bara Petro Sakti. Sejak awal tahun 2011 telah memulai lagi kegiatannya. PT. Bara Petro Sakti saat ini sedang melakukan tespit di Ngijo Karangtengah, setelah beberapa waktu yang lalu melakukan survey geofisika. Hasil survey geofisika sebenarnya merekomendasikan pemboran eksplorasi di beberapa tempat dengan kedalaman yang cukup dangkal, yaitu sekitar 20 m. Dengan rekomendas tersebut, PT. Bara Petro Sakti memutuskan untuk membuat tespit di beberapa tempat dengan pertimbangan lebih ekonomis. Hasil tespit di tiga lokasi cukup menggembirakan. Dengan kedalaman 5 m telah ditemukan kandungan mineral galena dalam bentuk bongkah-bongkah yang cukup signifikan. Data ini cukup menggembirakan dan akan dilakukan lebih detil pada lubang-lubang yang lain.
Satu lagi, berita yang cukup menggembirakan adalah akan segera dimulainya kegiatan operasi produksi PT. Hargosari Golden Mining, meneruskan operasi produksi yang dulu dilakukan oleh CV. Nur Alam Sejahtera di Desa Dlepih Kecamatan Tirtomoyo.
Kegiatan-kegiatan itu memberikan secercah harapan bagi masyarakat Wonogiri, agar tercipta tricle down effect dari kegiatan pertambangan. Namun demikian ada hal-hal yang perlu diwaspadai dari makin semaraknya kegiatan pertambangan ini, yaitu bagaimana Pemkab Wonogiri, dalam hal ini Dinas PESDM sebagai dinas yang membidangi bidang pertambangan, dapat melakukan pengawasan secara teliti, sehingga kegiatan tersebut dapat betul-betul membawa manfaat bagi masyarakat dan pemkab Wonogiri.
